Polisi Selidiki Dugaan Penembakan Sopir Taksi saat S
JAKARTA Sopir taksi Blue Bird, Kenthus Syatirman, melapor ke Polda Metro Jaya lantaran dirinya tertembak saat demo yang dilakukan Paguyuban Pengemudi Angkutan Darat (PPAD) pada, Selasa, 22 Maret 2016.
Laporan Kenthus tertuang dalam nomor laporan: LP/1368/III/2016/PMJ. Kenthus melaporkan hal itu pada Selasa 22 Maret 2016 sekitar pukul 19.30 WIB.
"Masih dilakukan penyelidikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Mohammad Iqbal, Kamis (24/3/2016).Laporan Kenthus tertuang dalam nomor laporan: LP/1368/III/2016/PMJ. Kenthus melaporkan hal itu pada Selasa 22 Maret 2016 sekitar pukul 19.30 WIB.
Dalam laporan itu, Kenthus mengaku ditembak dengan senjata api saat terjadi peristiwa saling lempar batu dengan pengemudi ojek online.
Kenthus mengaku mengenal pelaku yang diduga seorang sopir ojek online dari helm yang digunakan. Akibat insiden itu, Kenthus mengaku tertembak di jari telunjuk tangan bagian kirinya.
Pengemudi taksi yang berunjuk rasa di Jalan Jenderal Sudirman, terlibat tawuran dengan pengemudi Gojek, Selasa 22 Maret 2016. Mereka saling lempar batu.
Khairunnisa, karyawati yang bekerja di sekitar lokasi, menceritakan, tawuran pecah sekitar pukul 12.00 WIB. Sopir taksi yang sedang berunjuk rasa mendapat perlawan dari pengemudi ojek online.
“Mereka saling lempar batu, persis didepan Hotel Le Meridein,” ujar Khairunnisa, Selasa 22 Maret 2016.
Menurut dia, saat tawuran hanya ada dua polisi yang berusaha melerai. Tetapi, tindakan petugas tidak digubris oleh massa. “Banyak juga yang melempar dari atas fly over,” kata Nissa yang melihat dari lantai 10 Gedung Wisma Metropolitan.
Akibat aksi itu, karyawan yang memarkir kendaraannya di halaman kantor terlihat panik dan berusaha memindahkan mobil mereka ke tempat lebih aman. “Karyawan yang memarkir mobilnya di halaman depan keluar semua. Pindahkan mobil, takut kena batu,” ujar perepuan yang bekerja di Unicef itu.








0 komentar:
Posting Komentar